Selamat Datang Di Website Resmi Rumah Belajar Alhamdy Cirebon

Tampilkan postingan dengan label Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan

22 Desember 2025

TIPS MEMILIH TEMAN YANG BAIK

 

TIPS MEMILIH TEMAN YANG BAIK

 Dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah, memiliki teman yang baik adalah hal yang sangat penting. Di lingkungan pendidikan sekolah, memilih teman yang baik dapat mempengaruhi bagaimana seseorang tumbuh dan berkembang secara pribadi, intelektual, dan emosional. Bahkan tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juga di lingkungan sekitar rumah pun sama. 

 

Mengapa lingkungan itu penting? Dalam menciptakan suasana yang kondusif dalam pertemanan, lingkungan menjadi salah satu faktor utama bagaimana karakter seorang terbentuk, bahkan lingkungan menjadi faktor utama karakter seseorang. Teman yang baik rata rata tercipta dari lingkungan yang baik, begitu juga sebaliknya.Oleh karena itu, penting bagi setiap sekolah untuk mampu menciptakan lingkungan yang baik. Bahkan penting juga untuk kita sebagai siswa untuk memahami ciri-ciri teman yang baik agar dapat memperkuat lingkungan sekolah.

 

Adapun ciri ciri teman yang baik seperti :

 

Pertama, ciri teman yang baik adalah memiliki nilai-nilai moral yang kuat. 

Teman yang baik akan mempengaruhi secara positif, sehingga penting untuk memilih teman yang memiliki kesamaan nilai-nilai moral, seperti kejujuran, kerja keras, dan empati terhadap sesama.

PSIKOLOGI ANAK USIA 4 – 6 TAHUN

PSIKOLOGI ANAK USIA 4 – 6 TAHUN

Usia 4-6 tahun adalah masa keemasan anak dengan perkembangan pesat di semua aspek: fisik (aktif, kuat, koordinasi lebih baik), kognitif (rasa ingin tahu tinggi, mulai logis, imajinatif, belajar huruf/angka), bahasa (kalimat kompleks, kosakata luas), dan sosial-emosional (belajar berbagi, empati, mandiri, mulai bersosialisasi, butuh aturan), ditandai dengan kemandirian meningkat dan kemampuan berpikir simbolis. Perkembangan ini mendukung kemampuan dasar seperti berbicara, berpikir logis, dan bersosialisasi, menjadikan stimulasi tepat sangat penting.

 

A. Perkembangan Fisik Fase Fondasi (4-6 Tahun)

1. Aspek Perkembangan Fisik

Aktif bergerak & menunjukkan minat pada aktivitas menulis, membaca, dan berhitung.

 

2. Ciri Perkembangan Fisik

4 - 5 Tahun

5 - 6 Tahun

Motorik kasar

1.    Berlari, berhenti, dan melompat dengan lincah.

2.    Lompat dengan satu kaki dan berjalan di garis lurus.Suka memanjat tangga, pohon, dan permainan seperti perosotan.

3.    Menuruni tangga dengan kaki bergantian.

4.    Berlatih memperkirakan kecepatan, jarak, dan sasaran.

1.    Melompat 10 kali ke depan tanpa henti.Jalan mundur dengan berjinjit.

2.    Mengayuh sepeda roda 3 dengan baik dan mulai menguasai sepeda roda

3.    Menuruni tangga tanpa berpegangan.

4.    Menangkap bola dari jarak 1 meter.

Motorik halus

1.    Memegang krayon/alat tulis dengan 3 jari: ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.

2.    Bisa membuat lingkaran. 

3.    Memotong dengan gunting.

4.    Meronce benda.

5.    Membuat berbagai bentuk dengan plastisin.

6.    Punya tujuan dan rencana saat menggambar dan mewarnai, meskipun masih kesulitan mempraktikkannya.

1.    Punya kontrol yang baik saat memegang pensil dan mewarnai sesuai bidang.

2.    Menggunting mengikuti garis, tapi kontrol tangan belum baik.

3.    Memasang resleting dan kancing.

4.    Mulai bisa mengikat tali.

5.    Sudah menggunakan tangan yang dominan.

 

3. Tantangan Perkembangan Fisik

Apakah anak hiperaktif? 

·         Wajar jika anak banyak bergerak

·         Pastikan aman tanpa mengancam atau menakut-nakuti

·         Hindari memberikan diagnosa tanpa konsultasi pakar

 Anak merasa terpaksa menulis atau memegang anak tulis?

·         Hindari memaksa dan pastikan anak mendapatkan stimulasi pramenulis

 

BULLYING; DEFINISI, JENIS, PENYEBAB, DAMPAK, SERTA PENCEGAHANNYA


 BULLYING;

DEFINISI, JENIS, PENYEBAB, DAMPAK, SERTA PENCEGAHANNYA

 

A. Definisi:

Menurut American Psychological Association, pengertian bullying adalah suatu bentuk tindakan agresif yang dilakukan seseorang dengan sengaja dan berulang kali dengan tujuan untuk melukai atau mengakibatkan ketidaknyamanan pada orang lain. Bullying bisa dilakukan secara fisik, lisan, maupun cara lain yang lebih halus seperti memaksa atau memanipulasi.

Bullying adalah tindakan penindasan yang sering kali dilakukan secara berkelompok. Pada lingkungan sekolah, kelompok yang melakukan bullying cenderung merasa berkuasa dan menganggap anak lain lebih lemah dari mereka. Hal yang sama juga dapat ditemukan di lingkungan kerja dan sosial lainnya. Orang-orang dengan kekuasaan memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan penindasan.

 

B. Jenis Bullying

Terdapat beberapa jenis bullying yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial anak maupun orang dewasa, seperti bullying secara fisik, lisan, sosial, hingga di internet yang  biasa disebut dengan cyberbullying. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai masing-masing jenis bullying adalah:

 

1. Bullying secara Fisik

Bullying yang dilakukan secara fisik biasanya meninggalkan bekas luka di bagian tubuh, seperti memar. Adapun beberapa contoh tindakan bullying yang dilakukan secara fisik adalah memukul, menendang, menjegal, mencubit, atau mendorong seseorang.

 

Selain melukai tubuh seseorang, perusakan barang berharga juga termasuk jenis bullying fisik yang dilakukan secara tidak langsung. Sebagai contoh, merusak mobil atau mencoret-coret tembok rumah seseorang untuk melampiaskan rasa kesal.

 

2. Bullying secara Lisan (Verbal)

Tindakan bullying juga bisa dilakukan secara lisan, seperti menghina, mengejek, dan mengolok orang lain. Meskipun tidak meninggalkan luka yang terlihat secara fisik, bullying secara lisan ini merupakan jenis pelecehan yang ditargetkan (targeted harassment) yang pada akhirnya dapat berujung pada tindakan kekerasan fisik.

Bagi sebagian orang, bullying verbal dinilai lebih berbahaya dari bullying fisik karena tipe bullying ini dapat menghancurkan harga diri dan citra diri korban. Kata-kata menyakitkan yang ditujukan untuk korban bisa membekas di hati dalam waktu yang lama dan memengaruhi kesehatan jiwa nya.