PSIKOLOGI ANAK USIA 4 – 6 TAHUN
Usia 4-6 tahun adalah masa keemasan anak dengan perkembangan pesat di semua aspek: fisik (aktif, kuat, koordinasi lebih baik), kognitif (rasa ingin tahu tinggi, mulai logis, imajinatif, belajar huruf/angka), bahasa (kalimat kompleks, kosakata luas), dan sosial-emosional (belajar berbagi, empati, mandiri, mulai bersosialisasi, butuh aturan), ditandai dengan kemandirian meningkat dan kemampuan berpikir simbolis. Perkembangan ini mendukung kemampuan dasar seperti berbicara, berpikir logis, dan bersosialisasi, menjadikan stimulasi tepat sangat penting.
A. Perkembangan Fisik
Fase Fondasi (4-6 Tahun)
1. Aspek Perkembangan
Fisik
Aktif bergerak &
menunjukkan minat pada aktivitas menulis, membaca, dan berhitung.
2. Ciri Perkembangan
Fisik
|
4 - 5 Tahun |
5 - 6 Tahun |
|
|
Motorik kasar |
1. Berlari,
berhenti, dan melompat dengan lincah. 2. Lompat
dengan satu kaki dan berjalan di garis lurus.Suka memanjat tangga, pohon, dan
permainan seperti perosotan. 3. Menuruni
tangga dengan kaki bergantian. 4. Berlatih
memperkirakan kecepatan, jarak, dan sasaran. |
1. Melompat
10 kali ke depan tanpa henti.Jalan mundur dengan berjinjit. 2. Mengayuh
sepeda roda 3 dengan baik dan mulai menguasai sepeda roda 3. Menuruni
tangga tanpa berpegangan. 4. Menangkap
bola dari jarak 1 meter. |
|
Motorik halus |
1. Memegang
krayon/alat tulis dengan 3 jari: ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. 2. Bisa
membuat lingkaran. 3. Memotong
dengan gunting. 4. Meronce
benda. 5. Membuat
berbagai bentuk dengan plastisin. 6. Punya
tujuan dan rencana saat menggambar dan mewarnai, meskipun masih kesulitan
mempraktikkannya. |
1. Punya
kontrol yang baik saat memegang pensil dan mewarnai sesuai bidang. 2. Menggunting
mengikuti garis, tapi kontrol tangan belum baik. 3. Memasang
resleting dan kancing. 4. Mulai
bisa mengikat tali. 5. Sudah
menggunakan tangan yang dominan. |
3. Tantangan
Perkembangan Fisik
Apakah anak
hiperaktif?
·
Wajar jika anak banyak bergerak
·
Pastikan aman tanpa mengancam atau
menakut-nakuti
·
Hindari memberikan diagnosa tanpa konsultasi
pakar
·
Hindari memaksa dan pastikan anak mendapatkan
stimulasi pramenulis
4. Stimulasi dan
Dukungan Perkembangan Fisik
|
Motorik Kasar |
Motorik Halus |
|
1. Permainan
di luar ruangan dan banyak melibatkan aktivitas berlari, lompat, dan
berguling. 2. Mencoba
beragam olahraga permainan, yang dilakukan sendiri maupun berkelompok. |
1. Permainan
dengan beragam alat dan bahan, misalnya, menggunakan tepung, biji-bijian,
adonan, dan pasir. 2. Meronce
manik-manik, menempelkan kacang-kacangan pada objek tertentu, menjepit,
menalikan sesuatu. |
B. Perkembangan
Kognitif Fase Fondasi (4-6 Tahun)
1. Aspek Perkembangan
Kognitif
Suka Mengamati,
Bertanya & Bereksperimen.
2. Ciri
Perkembangan Kognitif
|
4 - 5 Tahun |
5 - 6 Tahun |
|
1. Melatih
rutinitas harian, misal bangun tidur, mandi, sarapan, ke sekolah. 2. Memilih,
mengklasifikasi, serta membuat pola berurutan. 3. Mulai
paham konsep paling tinggi, paling pendek, paling banyak, dan paling sedikit. 4. Mengenali
simbol huruf besertanama-namanya dan familiar dengan itu. 5. Lancar
menyebut angka 1-20, tapi pemahaman konsep tentang jumlah masih terbatas 1-5. |
1.
Mengenali jam dan menghubungkan waktu dengan
rutinitas. 2.
Mengidentifikasi benda berdasarkan
urutannya: pertama, kedua, ketiga, dst. 3.
Memahami konsep waktu dengan sederhana (hari
ini, kemarin, besok, pagi, siang, malam). 4.
Mulai bisa membaca kata yang sederhana. 5.
Menyebut angka dari 20 atau lebih, bahkan
ada yang bisa sampai 100 |
3. Tantangan
Perkembangan Kognitif
Apakah merasa takut
itu wajar?
·
Hindari menolak perasaan anak
·
Empati pada apa yang anak rasakan
·
Pandu lewat pertanyaan sederhana
·
Kuatkan anak untuk percaya diri
Bagaimana kalau nanti
gagal jika anak tidak dipaksa?
·
Hindari membandingkan anak
·
Fokus pada tujuan senang membaca
·
Gunakan strategi yang tepat
4. Stimulasi dan
Dukungan Perkembangan Kognitif
·
Latihan menjalani rutinitas dengan konsisten
·
Libatkan peserta didik dalam tugas domestik
yang sederhana di kelas
·
Berikan tugas yang bisa dilakukan bersama
orangtua
·
Membaca buku bersama pendidik dan orangtua
·
Bermain peran atau role play
C. Perkembangan Bahasa
Fase Fondasi (4-6 Tahun)
1. Aspek Perkembangan
Bahasa
Suka Mengobrol &
Bercerita
2. Ciri Perkembangan
Bahasa
|
4 - 5 Tahun |
5 - 6 Tahun |
|
1.
Menggunakan preposisi ‘di atas’, ‘di
bawah’, ‘di dalam’ dengan tepat. 2.
Mengulang-ulang menyanyi lagu-lagu
sederhana. 3.
Menggunakan kalimat lebih terstruktur dengan
menggunakan SPOK. 4.
Dapat menjawab pertanyaan ‘Siapa?’,
‘Mengapa?’, ‘Berapa?’, ‘Punya siapa?’ 5.
Menjawab pertanyaan sesuai situasi dan
kondisi dengan tepat. |
1. Mampu
menjelaskan fungsi benda. 2. Suka
melontarkan hal lucu karena senang humor. 3. Memiliki
kosakata sampai dengan 1500 lebih. 4. Mampu
menyebutkan nama lengkap, alamat, dan ulang tahunnya. 5. Mampu
menerima dan menyampaikan pesan sederhana dengan tepat. |
3. Tantangan
Perkembangan Bahasa
Karena perilakunya,
anak rentan mendapat label negatif?
·
Hindari memberikan label negatif: cerewet,
tidak bisa diam, dll
Sering bercanda
berarti karena ingin mengganggu teman?
·
Buat kesepakatan kelas
4. Stimulasi dan
Dukungan Perkembangan Bahasa
·
Bermain peran
·
Membaca nyaring.
·
Bercerita menggunakan gambar.
·
Bernyanyi atau bercerita dengan menggunakan
kata berima.
·
Menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita
peserta didik.
D. Perkembangan Sosial
Emosional Fase Fondasi (4-6 Tahun)
1. Aspek Perkembangan
Sosial-Emos
Suka mengekspresikan
perasaannya, mulai bisa mengontrol perilakunya, dan meniru temannya
2. Ciri Perkembangan
Sosial-Emosi
|
4 - 5 Tahun |
5 - 6 Tahun |
|
1. Mengekspresikan
bangga atas apa yang dicapai, sering meminta pengakuan orang dewasa. 2. Masih
sulit berbagi, menunjukkan sikap bekerja sama dan berpartisipasi dalam
aktivitas kelompok. 3. Mulai
bersahabat, menunjukkan pilihan berteman dengan teman tertentu. 4. Ramah
dan mulai lebih mudah adaptasi. 5. Lebih
mampu mengekspresikan emosinya |
1. Menyepakati
aturan dan konsekuensi bersama orangtua dan pendidik. 2. Dapat
berbagi, menunggu giliran, dan bekerja sama saat bermain dengan benda. 3. Membina
hubungan persahabatan dengan 1-2 orang. 4. Senang
membuat lelucon dan membuat orang lain tertawa. 5. Belajar
kontrol diri dengan lebih baik. |
3. Tantangan
Perkembangan Sosial-Emosi
Apakah merasa cemas
berpisah itu wajar?
·
Cemas berpisah dengan orangtua/pengasuh itu
wajar
·
Cemas apakah ada yang membantu saat kesulitan
dengan sesuatu.
·
Menguatkan hubungan dengan pendidik agar
tumbuh rasa percaya.
·
Butuh waktu untuk beradaptasi
·
Jika cemas tidak berkurang, konsultasikan pada
pakar
Ada anak yang dianggap
“curang” saat bermain, bagaimana memandang situasi ini?
·
Konflik wajar terjadi, bagian penting dari
perkembangannya
·
Pastikan aman dan tidak ada yang terluka.
·
Hindari langsung mengambil alih masalah.
·
Bekali dengan keterampilan bersepakat
4. Stimulasi dan
Dukungan Perkembangan Sosial-Emosi
·
Beri banyak kesempatan bermain agar bisa
banyak mengeksplorasi dan mengalami ragam emosi serta memenuhi kebutuhan emosi.
·
Lakukan kegiatan yang mendorong peserta didik
berbagi atau bertukar.
·
Puji perilaku peserta didik bila mau berbagi.
·
Beri peserta didik kesempatan melakukan tugas
rutinitas yang sederhana.
·
Komunikasikan apa yang ia rasakan ketika
melihat, mendengar, atau melakukan hal tertentu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar