Selamat Datang Di Website Resmi Rumah Belajar Alhamdy Cirebon

29 Desember 2025

TAUHID BUKAN SEKEDAR HAFALAN, TAPI PEMBENTUK KARAKTER

 
TAUHID BUKAN SEKEDAR HAFALAN,

TAPI PEMBENTUK KARAKTER

 

Banyak anak mampu menghafal kalimat tauhid, rukun iman, atau nama-nama Allah. Namun tauhid sejati bukan di lisan, melainkan di sikap dan perilaku.

 

Tauhid yang benar akan terlihat dalam cara anak bersikap, mengambil keputusan, dan menghadapi masalah.

 

Tauhid yang Hidup di Hati Anak

 

Ketika tauhid tertanam dengan benar, anak akan:

 

·         Jujur meski tidak diawasi

·         Berani mengakui kesalahan

·         Bersandar kepada Allah saat takut

 

Ini adalah bukti tauhid yang hidup, bukan sekadar teori.

 

Peran Keteladanan dalam Pendidikan Tauhid

 

Tauhid tidak bisa diajarkan hanya lewat kata-kata. Anak belajar tauhid saat melihat orang tuanya:

28 Desember 2025

APA YANG TERJADI JIKA PENDIDIKAN ANAK TANPA TAUHID

 
APA YANG TERJADI JIKA PENDIDIKAN ANAK

TANPA TAUHID

 

Sebagian orang menganggap tauhid cukup diajarkan nanti, saat anak sudah besar. Padahal, menunda pendidikan tauhid memiliki dampak serius terhadap perkembangan karakter dan kepribadian anak.

 

Pendidikan tanpa tauhid menciptakan kekosongan yang perlahan diisi oleh nilai-nilai lain yang belum tentu benar.

 

Anak Kehilangan Tujuan Hidup

 

Tanpa tauhid, anak akan bertanya:

 

·         Untuk apa saya belajar?

·         Untuk apa saya hidup?

·         Apa ukuran sukses?

 

Jika jawaban hanya sebatas materi dan pengakuan manusia, maka anak akan mudah:

 

·         Frustasi

·         Iri

·         Merasa tidak cukup

 

Tauhid memberikan tujuan hidup yang jelas: beribadah kepada Allah.

27 Desember 2025

TAUHID: PONDASI UTAMA PENDIDIKAN ANAK MUSLIM

 

TAUHID:

PONDASI UTAMA PENDIDIKAN ANAK MUSLIM

 

Setiap sistem pendidikan pasti memiliki pondasi. Dalam Islam, pondasi itu adalah tauhid. Tanpa tauhid, pendidikan hanya akan menghasilkan kecerdasan kosong yang mudah goyah oleh pengaruh lingkungan.

 

Tauhid mengajarkan anak untuk mengenal siapa Tuhannya, untuk apa ia hidup, dan kepada siapa ia kembali. Inilah dasar yang tidak bisa digantikan oleh ilmu apa pun.

 

Mengapa Tauhid Harus Didahulukan?

 

Anak yang tumbuh tanpa tauhid akan mencari pegangan hidup dari:

 

·         Lingkungan

·         Tren

·         Figur public

·         Hawa nafsu

26 Desember 2025

KESALAHAN UMUM SAAT MENGAJARKAN KONSEP ALLAH KEPADA ANAK

 
KESALAHAN UMUM SAAT MENGAJARKAN

KONSEP ALLAH KEPADA ANAK

 

Niat orang tua dalam mengenalkan Allah kepada anak hampir selalu baik. Namun, tanpa disadari, ada beberapa kesalahan umum yang justru bisa menghambat tumbuhnya tauhid yang sehat dalam diri anak.

 

Mengenali kesalahan ini penting agar pendidikan iman tidak menyimpang sejak awal.

 

1. Terlalu Cepat Mengajarkan Konsep yang Rumit

 

Sebagian orang tua terburu-buru menjelaskan konsep Allah dengan bahasa yang terlalu abstrak, seperti:

 

·         Takdir yang kompleks

·         Hukuman dan balasan yang berat

·         Perdebatan logika yang belum sesuai usia

 

Padahal, anak usia dini cukup dikenalkan pada konsep sederhana: Allah mencipta, Allah sayang, Allah menjaga.

25 Desember 2025

CARA SEDERHANA MENGENALKAN ALLAH KEPADA ANAK DI RUMAH

 

CARA SEDERHANA MENGENALKAN ALLAH

KEPADA ANAK DI RUMAH

 

Mengenalkan Allah kepada anak tidak harus menunggu anak besar, tidak perlu metode rumit, dan tidak harus dengan ceramah panjang. Justru, rumah adalah tempat terbaik dan paling efektif untuk menanamkan tauhid sejak dini.

 

Anak belajar bukan hanya dari apa yang diajarkan, tetapi dari apa yang ia lihat dan rasakan setiap hari.

 

Mulai dari Bahasa yang Sering Didengar

 

Anak sangat peka terhadap kata-kata yang sering diulang. Maka, biasakan menyebut nama Allah dalam aktivitas sehari-hari, seperti:

 

·         “Alhamdulillah, makanannya enak ya”

·         “MasyaAllah, gambarnya bagus”

·         “Kalau takut, kita minta tolong ke Allah”

24 Desember 2025

MENGENALKAN ALLAH SEJAK DINI KEPADA ANAK

 

MENGENALKAN ALLAH SEJAK DINI

KEPADA ANAK

 

Mengapa Anak Perlu Dikenalkan Allah Sejak Kecil?

Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, bersih dan siap menerima kebenaran. Rasulullah bersabda bahwa kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut berjalan di atas keyakinan dan kebiasaan tertentu. Karena itu, mengenalkan Allah sejak usia dini bukan pilihan tambahan, melainkan pondasi utama dalam pendidikan Islam.

 

Fitrah Anak dan Tauhid

 

Sejak kecil, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Mereka bertanya tentang langit, hujan, hewan, dirinya sendiri, bahkan tentang kehidupan dan kematian. Pertanyaan-pertanyaan ini adalah pintu emas untuk mengenalkan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur segala sesuatu.

 

Ketika anak terbiasa mendengar bahwa:

 

·         Allah yang menciptakan matahari

·         Allah yang memberi rezeki

·         Allah yang menjaga kita

 

maka di dalam hatinya akan tumbuh rasa aman, cinta, dan ketergantungan kepada Allah. Inilah makna tauhid yang hidup, bukan sekadar hafalan.

 

Pondasi Sebelum Ilmu dan Keterampilan

 

Banyak orang tua fokus pada kemampuan akademik: membaca cepat, berhitung, atau bahasa asing. Semua itu baik, namun tanpa tauhid, ilmu bisa kehilangan arah. Anak yang cerdas tetapi tidak mengenal Allah berisiko tumbuh tanpa kompas moral.

23 Desember 2025

CARA MENDIDIK ANAK SESUAI METODE RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

 


CARA MENDIDIK ANAK SESUAI METODE

RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

 

Di tengah zaman yang penuh tekanan, tuntutan, dan tantangan digital, satu pertanyaan besar harus kita jawab sebagai orang tua atau pendidik: apa warisan terbaik yang kita siapkan untuk anak-anak kita? Banyak yang belum sadar bahwa cara mendidik anak ala Rasulullah adalah kunci yang terlupakan namun terbukti mampu mencetak generasi yang mengguncang dunia.

 

Apakah kita akan mewariskan mereka segunung nilai akademik tanpa makna? Ataukah kita ingin membentuk pribadi yang kuat, lembut, cerdas, dan berakhlak seperti generasi sahabat Rasulullah?

 

Mari kita buka lembaran pendidikan yang nyaris dilupakan. Bukan sekadar metode klasik, tetapi strategi revolusioner yang hingga kini tetap menjadi cahaya bagi siapa pun yang mau mencari arah.

 

Pendidikan Bukan Rutinitas Tapi Revolusi

Berapa banyak orang tua yang merasa gagal mendidik, padahal mereka telah menyekolahkan anak ke tempat yang terbaik, menyediakan fasilitas terlengkap, dan mendorong untuk terus berprestasi?

 

Masalahnya bukan pada niat. Masalahnya adalah pada sudut pandang.

 

Rasulullah tidak mendidik anak-anak hanya agar patuh. Beliau membentuk mereka menjadi pemimpin, penakluk, pencipta peradaban. Bagi beliau, pendidikan bukanlah sekadar rutinitas, melainkan perjalanan membentuk jiwa dan peradaban.

 

Ia mulai dari hal terkecil. Dari sikap lembut, panggilan penuh kasih, hingga memberi kepercayaan pada anak untuk memilih dan bertanggung jawab.

 

Hari ini, kita justru tenggelam dalam budaya serba cepat. Anak-anak diburu prestasi, tapi lupa diajarkan untuk memahami arti sabar. Mereka diajarkan menghitung, tapi tak kenal arti kejujuran. Kita sering terjebak mengejar nilai di atas kertas, padahal esensi sejati pendidikan adalah membentuk karakter, bukan sekadar memenuhi target kurikulum.

 

Inilah 5 Prinsip Mendidik Anak Ala Rasulullah yang Terbukti Mengubah Dunia

22 Desember 2025

TIPS MEMILIH TEMAN YANG BAIK

 

TIPS MEMILIH TEMAN YANG BAIK

 Dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah, memiliki teman yang baik adalah hal yang sangat penting. Di lingkungan pendidikan sekolah, memilih teman yang baik dapat mempengaruhi bagaimana seseorang tumbuh dan berkembang secara pribadi, intelektual, dan emosional. Bahkan tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juga di lingkungan sekitar rumah pun sama. 

 

Mengapa lingkungan itu penting? Dalam menciptakan suasana yang kondusif dalam pertemanan, lingkungan menjadi salah satu faktor utama bagaimana karakter seorang terbentuk, bahkan lingkungan menjadi faktor utama karakter seseorang. Teman yang baik rata rata tercipta dari lingkungan yang baik, begitu juga sebaliknya.Oleh karena itu, penting bagi setiap sekolah untuk mampu menciptakan lingkungan yang baik. Bahkan penting juga untuk kita sebagai siswa untuk memahami ciri-ciri teman yang baik agar dapat memperkuat lingkungan sekolah.

 

Adapun ciri ciri teman yang baik seperti :

 

Pertama, ciri teman yang baik adalah memiliki nilai-nilai moral yang kuat. 

Teman yang baik akan mempengaruhi secara positif, sehingga penting untuk memilih teman yang memiliki kesamaan nilai-nilai moral, seperti kejujuran, kerja keras, dan empati terhadap sesama.

PSIKOLOGI ANAK USIA 4 – 6 TAHUN

PSIKOLOGI ANAK USIA 4 – 6 TAHUN

Usia 4-6 tahun adalah masa keemasan anak dengan perkembangan pesat di semua aspek: fisik (aktif, kuat, koordinasi lebih baik), kognitif (rasa ingin tahu tinggi, mulai logis, imajinatif, belajar huruf/angka), bahasa (kalimat kompleks, kosakata luas), dan sosial-emosional (belajar berbagi, empati, mandiri, mulai bersosialisasi, butuh aturan), ditandai dengan kemandirian meningkat dan kemampuan berpikir simbolis. Perkembangan ini mendukung kemampuan dasar seperti berbicara, berpikir logis, dan bersosialisasi, menjadikan stimulasi tepat sangat penting.

 

A. Perkembangan Fisik Fase Fondasi (4-6 Tahun)

1. Aspek Perkembangan Fisik

Aktif bergerak & menunjukkan minat pada aktivitas menulis, membaca, dan berhitung.

 

2. Ciri Perkembangan Fisik

4 - 5 Tahun

5 - 6 Tahun

Motorik kasar

1.    Berlari, berhenti, dan melompat dengan lincah.

2.    Lompat dengan satu kaki dan berjalan di garis lurus.Suka memanjat tangga, pohon, dan permainan seperti perosotan.

3.    Menuruni tangga dengan kaki bergantian.

4.    Berlatih memperkirakan kecepatan, jarak, dan sasaran.

1.    Melompat 10 kali ke depan tanpa henti.Jalan mundur dengan berjinjit.

2.    Mengayuh sepeda roda 3 dengan baik dan mulai menguasai sepeda roda

3.    Menuruni tangga tanpa berpegangan.

4.    Menangkap bola dari jarak 1 meter.

Motorik halus

1.    Memegang krayon/alat tulis dengan 3 jari: ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.

2.    Bisa membuat lingkaran. 

3.    Memotong dengan gunting.

4.    Meronce benda.

5.    Membuat berbagai bentuk dengan plastisin.

6.    Punya tujuan dan rencana saat menggambar dan mewarnai, meskipun masih kesulitan mempraktikkannya.

1.    Punya kontrol yang baik saat memegang pensil dan mewarnai sesuai bidang.

2.    Menggunting mengikuti garis, tapi kontrol tangan belum baik.

3.    Memasang resleting dan kancing.

4.    Mulai bisa mengikat tali.

5.    Sudah menggunakan tangan yang dominan.

 

3. Tantangan Perkembangan Fisik

Apakah anak hiperaktif? 

·         Wajar jika anak banyak bergerak

·         Pastikan aman tanpa mengancam atau menakut-nakuti

·         Hindari memberikan diagnosa tanpa konsultasi pakar

 Anak merasa terpaksa menulis atau memegang anak tulis?

·         Hindari memaksa dan pastikan anak mendapatkan stimulasi pramenulis

 

BULLYING; DEFINISI, JENIS, PENYEBAB, DAMPAK, SERTA PENCEGAHANNYA


 BULLYING;

DEFINISI, JENIS, PENYEBAB, DAMPAK, SERTA PENCEGAHANNYA

 

A. Definisi:

Menurut American Psychological Association, pengertian bullying adalah suatu bentuk tindakan agresif yang dilakukan seseorang dengan sengaja dan berulang kali dengan tujuan untuk melukai atau mengakibatkan ketidaknyamanan pada orang lain. Bullying bisa dilakukan secara fisik, lisan, maupun cara lain yang lebih halus seperti memaksa atau memanipulasi.

Bullying adalah tindakan penindasan yang sering kali dilakukan secara berkelompok. Pada lingkungan sekolah, kelompok yang melakukan bullying cenderung merasa berkuasa dan menganggap anak lain lebih lemah dari mereka. Hal yang sama juga dapat ditemukan di lingkungan kerja dan sosial lainnya. Orang-orang dengan kekuasaan memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan penindasan.

 

B. Jenis Bullying

Terdapat beberapa jenis bullying yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial anak maupun orang dewasa, seperti bullying secara fisik, lisan, sosial, hingga di internet yang  biasa disebut dengan cyberbullying. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai masing-masing jenis bullying adalah:

 

1. Bullying secara Fisik

Bullying yang dilakukan secara fisik biasanya meninggalkan bekas luka di bagian tubuh, seperti memar. Adapun beberapa contoh tindakan bullying yang dilakukan secara fisik adalah memukul, menendang, menjegal, mencubit, atau mendorong seseorang.

 

Selain melukai tubuh seseorang, perusakan barang berharga juga termasuk jenis bullying fisik yang dilakukan secara tidak langsung. Sebagai contoh, merusak mobil atau mencoret-coret tembok rumah seseorang untuk melampiaskan rasa kesal.

 

2. Bullying secara Lisan (Verbal)

Tindakan bullying juga bisa dilakukan secara lisan, seperti menghina, mengejek, dan mengolok orang lain. Meskipun tidak meninggalkan luka yang terlihat secara fisik, bullying secara lisan ini merupakan jenis pelecehan yang ditargetkan (targeted harassment) yang pada akhirnya dapat berujung pada tindakan kekerasan fisik.

Bagi sebagian orang, bullying verbal dinilai lebih berbahaya dari bullying fisik karena tipe bullying ini dapat menghancurkan harga diri dan citra diri korban. Kata-kata menyakitkan yang ditujukan untuk korban bisa membekas di hati dalam waktu yang lama dan memengaruhi kesehatan jiwa nya.

 

27 November 2025

BUKU TAMU



 Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh


Selamat datang di laman Buku Tamu Rumbel Alhamdy Cirebon


Kami sangat menghargai kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan, saran, atau kesan Anda mengenai website ini, program bimbingan belajar, atau kegiatan lain yang diselenggarakan oleh RUMBEL Alhamdy.

Masukan dari Anda akan sangat berharga bagi kami dalam upaya terus meningkatkan kualitas layanan dan pembelajaran.

Mohon gunakan bahasa yang santun dan sesuai dengan norma yang berlaku. Terima kasih atas partisipasi Anda.


 Wassalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh


23 November 2025

TENTANG KAMI



Sebagai orang tua kita berkewajiban memberi pendidikan dan memilih sekolah yang baik bagi putra putri kita yang diharapkan dapat mengantar mereka menjadi anak yang sholih dan sholihah dambaan orang tua.


Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda (artinya): "Setiap diri kalian adalah seorang pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu" (HR. Bukhori)


Untuk itu, kami Rumah Belajar (RUMBEL) Al Hamdy Cirebon bermaksud berpartisipasi dalam mewujudkan tujuan tersebut dengan memberikan pendidikan barbasis akhlakul karimah didukung dengan pengajaran praktik ibadah seperti wudhu, tayamum, adzan, iqomah, dan sholat.


Kamipun tidak mengesampingkan pendidikan umum seperti; membaca, menulis, berhitung, serta keterampilan sebagai pelengkap dari pendidikan yang kami berikan.


Akhirnya, dengan selalu memohon taufiq dari Allah Ta'ala semoga generasi sholih dan sholihah penerus dakwah yang mulia ini benar-benar terwujud.


Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda (artinya): "Jika manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu shodaqoh jariyah, ilmun yang bermanfaat, serta anak sholih yang mendoakannya" (HR. Muslim)

22 November 2025

KONTAK

 


JL. PANGERAN KEJAKSAN (SUMBR-MANDIRANCAN)

DESA. SIDAWANGI BLOK: CIKADU RT 007/03

SIDAWANGI, KECAMATAN SUMBER, KABUPATEN CIREBON

KODE POS 45611



TEL: 085220816455